Tampilkan postingan dengan label KP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KP. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Juni 2013

Cerita Kerja Praktek 5

Rabu, 1 Februari 2012
hari pertama di bulan ini mengawali aq untuk memilih MA2 sebagai tambatan terakhir.ha2..akhirnya aq jatuh hati ke dapur2 di FOC II, 012F101 HTR, reboiler 012F102. ketemu lagi dengan pak dosen lapangan pak sumantoro, pak sukir & pak susanto. kebetulan beliau lagi mengkalibrasi switch2 yg terletak untuk PSL (pressure switch low). dengan set 9,2 kg/cm^2. dengan pompa hidrolik tangan, kami memberikan oli bertekanan pada switch tersebut. switch merupakan tipe NC (dihubungkan dengan ampermeter untuk mengetes ada tdknya arus). dihubungkan dengan PI juga utuk melihat outputnya. setelah beberapa kali melakukan kalibrasi dengan memutar screw akhirnya saat pressure mencapai 9,2 kg/cm^2 switch langsung aktif dan memutus arus. ooh, gitu y pak. ini merupakan basik dari safeguard kata beliau.
setelah selesai mengkalibrasi, saya langsung di ajak untuk membawa switch2 ini ke lapangan untuk dipasang. dengan APD yg lengkap (google, earplug) kami langsung berangkat ke TKP. switch ini nantinya yg akan menangani supply oli lubrikasi untuk pompa2.
wah2, cukup sulit untuk membuka pipa2 karena sudah berkarat jd butuh tenaga ekstra. ditmbah cuaca yg cukup terik mencampur peluh dan oli. dua switch akhirnya terpasang tinggal membuka valve yg ada. akhirnya selesai juga saatnya kembali ke markas. di sana kami langsung menyantap jajanan pasar dari pak sukir untuk mengisi kembali tenaga. dan sambil menunggu sore sya dimintai tolong untuk merumuskan kelinearan dari suatu pengukuran. kelinearan itu digunakan untuk orang lapangan supaya lebih mudah memahami kapan suatu valve akan membuka. disini valve yg dimaksud ada 3 dan dihubungkan dengan satu transmitter saja. dan itu mengakhiri kegiatan kami hari ini, denan oleh2 P&ID dapur 2 sya beranjak pulang. :D
Jum'at, 3 Februari 2012

Mangstab ni pak sumantoro, master bener kalo masalah instrument. meskipun beliau cuma lulusan STM tp pengalaman 20 thn g pernah bohong. apalagi prinsip dia yg aku suka adalah agar tidak pernah pelit sama yg namanya ilmu. karena dengan memberikan ilmu kita, walaupun cuma sedikit pasti akan di balas dengan ilmu lain yg pasti lebih baik. rupanya hari ini kita hendak memasang termocouple di furnace. sebelum di pasang, seperti biasa kita kalibrasi dahulu, tp kunci untuk membuka termocouple itu ketlingsut entah dimana. sambil nyari2 kunci itu g sengaja pak toro nemu relay timer. woh, langsung dia ngasiih tw bahwa ini jg ada ilmunya. relay timer ini merek omron. ada 2 tipe :
- delay to off : mksudnya diberi delay ketika hendak menswitch ke off
- delay to open : mksudnya diberi delay ketika hendak menswitch ke on
wah2, ternyata kuncinya g ktmu2 jg. wah y sudah g jd. kemudian pak santo ngajak sya ke kompresor untuk mengganti tubing2 yg dihubungkan dengan differential pressure.langsung saja kita menuju TKP dan memasang tubing2 itu. tubing itu dibending terlebih dahulu supaya dapat pas dengan sambungan yg ada. prinsip dari differential pressure ini gampangnya mengukur delta dari tekanan yg masuk dan keluar. sambil memasang tubing2 tadi beliau menjelaskan bahwa ada 3 macam tipe differential pressure yg sering digunakan :
1. Orifice, bentuknya seperti donat dengan lubang di tengahnya. pemasangannya ditempatkan di tengah2 flange. kemudian seperti biasa kita pasang PT (pressure transmitter) untuk memberikan output berupa sinyal 4-20mA
2. Nozzle, bentuknya seperti corong yg berfungsi memberikan beda tekanan
3. Venturi, venturi ini memberikan celah yg lebih landai diabanding ke2 jenis diff pressure.
intinya pemilihan ketiga jenis diff pressure itu bergantung kepada karakteristik fluida yg di ukur. seperti viskositas, densitas, laminer atau turbulen dll. wah2, mantap ni harus diperdalam lagi mekfludnya.he2..kemudian kami kembali ke markas untuk berteduh, karena rupanya hujan mulai turun.
Nah, hari jum'at ini yg benar2 mengingatkanq betapa pentingnya APD. kegiatan kita hari ini adalah mengecek control valve yg sedang bermasalah. sperti biasa kami langsung menuju ke TKP setelah mempersiapkan peralatan yg ada. sebelum berangkat, pak sukir memberikan masker dan sarung tangan sebelum berangkat. ok, di TKP sudah ada 2 orang proses sedang mengamati valve yg bermasalah td. kemudian kami mengecek keadaan valve itu. terlebih dahulu kita bypass aliran tersebut, agar proses tdk terganggu. kemudian, kita tutup block valve yg letaknya di antara control valve untuk mengamankan aliran fluida agar tidak masuk ke control valve. drain valve dibuka agar tekanan yg ada dibuang terlebih dahulu. setelah semua aman barulah kita mengutak atik CV tsb. CV ini berwarna merah yg artinya air to open atau fail to close (jembatan keledainya ATOM=air to open merah. by pak sumantoro). pertama kita coba tutup valve untuk memutus kompresi udara. CV langsung menutup (benar). kemudian kita buka kembali valve td, tp CV tetap menutup. wah, brarti ini ada apa2nya. pertama kita coba cek regulatornya. dengan menggunakan cek regulator yg kita bawa. kita sambungkan tubing2 tadi ke cek regulatornya. ternyata CV belum mw membuka. ini berarti regulator tidak ada masalah. kemudian kita cek positioner. karena tipe positioner ini adalah smart, maka sudah terintegrasi dengan I/p nya. setelah kita periksa, ternyata masalah memang ada di smart positioner ini. segera kita mengganti smart positioner ini dengan yg baru. Ketika kita hendak menyambung tubing itu ke valve kompresor terjadi masalah. ternyata karena sudah korosi sambungan dari valve tersebut keropos dan bocor. sehingga udara bertekanan 7 kg/cm^2 keluar!!. woh, langsung orang2 disitu mencari cara bagaimana menutup kebocoran tadi. kita harus menelusuri jalur pipa tadi untuk mencari valve terdekat untuk memutus aliran udara td. rupanya valve itu letaknya cukup tinggi. harus menggunakan tangga untuk mencapainya. akhirnya, setelah udara td teratasi, kami langsung memasang valve baru. lumayan menegangkan juga ketika terjadi kebocoran semacam itu. bahaya itu dapat saja mengincar keselamatan pekerja lain yg ada disini. terakhir, kita mengkalibrasi smart positioner itu dengan kalibrator. wah, setelah masukan sinyal kami cek, ternyata tidak terdeteksi adanya arus. wah, tp sayang sudah jam 4 lebih, sehingga sya disuruh pulang. waduh, padahal pengen tw gimana caranya mengetahui di jalur mana kabel itu putus.

Cerita Kerja Praktek 4

Selasa, 31 januari 2012

wah, sudah lama g nulis2 ni.. ok, untuk hari senin dan selasa ini sangat seru untuk diikuti. setelah dari minggu2 kemaren ke lapangan. sekarang giliran kami menuju workshop. tepatnya di bengkel instrument. begitu masuk, kami langsung melihat control valve yg bertebaran. usut punya usut ternyata unit 2 sedang stop unit, istilah orang sana yg berarti memberhentikan unit untuk sementara. orang - orang yg bertanggung jawab disini adalah:
pak abdullah-listrik, pak margono &  pak sigit untuk bagian instrument.
pada hari pertama kami cuma dikenalkan instrument dan sensor yg ada di sana. di hari pertama ini kami cuma dikenalkan dan dijelaskan cara kerja masing - masing sensor. mulai dari sensor gas sampai bob sadino. wah2, ko sampai ngobrolin om bob ha3. rupanya mereka juga memiliki jiwa wirausaha yg sangat kuat. mereka selain bekerja di sini juga memiliki usaha - usaha sambilan. katanya biar kalo bwa mobil baru g dicurigai, ujar pak sigit sambil tertawa.
Nah, baru di hari kedua ini kami ke bengkelnya. di pandu oleh pak sururi kami mulai mencoba - coba mengkalibrasi transmitter dan sensor yg ada.
berbagai macam merek dan spesifikasi transmitter yg ada kami kalibrasi sperti yamateke dan fischer.
yg pertama kami kalibrasi adalah PT (pressure transmitter). dengan menggunakan kalibrator kami menghubungkan kabel + merah dengan - hitam untuk ground. pertama kita tentukan span (rentang maksimal) yaitu 20mA, kemudian bergantung kepada spesifikasi yg diminta oleh proses kita beri masukan pressure. dengan menggunakan angin bertekanan yg ada. terlebih dahulu kita balut dengan (wah lupa namanya) agar tidak ada fluida yg lolos. kemudian kita putar screw span (S) yg ada di transmitter setelah pas 20mA barulah kita coba tentukan zero nya (4mA). dengan memutus angin bertekanan kita atur screw zero (Z) yg ada di transmitter. kemudian kita cek kembali bila diberi tekanan. memang memerlukan beberapa kali pengkalibrasian. kita kemudian mengecek ke linear an dari transmitter ini, dengan mengecek pada kondisi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. jika masih linear berarti transmitter ini cukup baik kondisinya.
kedua, kami mengkalibrasi PI (pressure indicator) yg berprinsip tabung bourdon. mengkalibrasi ini cukup mudah karena kami tinggal memberikan tekanan dengan kalibrator berupa oli bertekanan. kita tinggal membandingkan saja PI di kalibrator dgn PI yg hendak kita kalibrasi. jika jarum penunjuk kurang tepat maka tinggal kita atur screw yg ada di belakang PI itu.
Transmitter analog yg memiliki keluaran berupa angin bertekanan 0,2 kg/cm^2 & 1 kg/cm^2 juga kami kalibrasi. kali ini karena keluaran berupa tekanan juga, maka kalibrator juga menggunakan jarum penunjuk analog. mengkalibrasi transmitter ini gampang2 susah karena sangat sensitif dan mur untuk menyetelnya susah diputar. seperti biasa kami menentukan span dahulu, kemudian baru zero nya.yang terakhir adalah mengkalibrasi flow transmitter. karena flow transmitter ini merupakan tipe smart. maka kami menggunakan alat bantu kalibrator dengan komunikator. wuih, touchscreen men. dengan mengikuti instruksi yg ada di manual dan masukan berupa flow yg dikehendaki. maka kami dapat mengkalibrasi transmitter ini dengan mudah.
wah, tanpa terasa sudah banyak sensor dan transmitter yg telah kami kalibrasi.memang dalam melakukan suatu pengukuran dibutuhkan sensor yg akurat dan presisi untuk pengontrolan proses yg sempurna.

Cerita Kerja Praktek 3

Selasa, 24 januari 2012

Ha2, petualangan di minggu kedua ini dimulai.. melanjutkan orientasi, sambil milih2 mw ambil tema safeguard dimana..
kali ini kami diantar oleh pak sundoro ke Maintenance Area 3 (MA3). kali ini ada yg berbeda, dilihat dari fisiknya bangunan MA3 lebih besar dibanding dengan ke 2 MA yg telah kami kunjungi. benar saja, disini memang memiliki cakupan operasional yang paling luas. Langsung saja kami berkenalan dengan senior2 instrument di sana antara lain : Pak Supri, Pak Rumiyanto, Pak Darwin dan Mas Syaeful (yg nampaknya masih sibuk ngutak - atik switch).
Karena memang sedang banyak pekerjaan disana, maka kami hanya di dampingi oleh 1 orang saja yaitu Pak Supri. Langsung saja beliau menggambarkan flow operasi di papan tulis. sbb :

raw sea water--(p)--[063]---(p)---[053]---(p)----[SWD]----(p)----[054]----(p)---[deaerator]---(p)----[052]
                                                                                                                     FOCI&FOCII--[057]---(p)----}

Wah2 ternyata MA3 ini menangani masalah utility. kalau diibaratkan manusia di adalah jantung pabrik. dimana semua operasi sangat berghantung pada utility ini. Beberapa Outputnya adalah Uap, Listrik, udara bertekanan dll.
Bentar2.. listrik?? wah, jangan2 di sini punya pembangkitan sendiri??. memang iya, ternyata semua kebutuhan listrik selama proses produksi sampai rumah - rumah dinas di Pertamina menggunakan listrik hasil produksi sendiri. Wah, jadi ngga bakal kena pemadaman bergilir?..oh, tentu ada, yaitu saat beban produksi meningkat. maka yg dikorbankan adalah listrik rumahan. wih2 mantap sekali, kalo dulu sya pernah ke PLTA cirata. untuk pembangkitan saja membutuhkan instrument yg kompleks. lah, disini selain pabrik minyak ada lagi pabrik listrik.ckckckckkck...
Ok, mari kita bahas pembangkitan di sini terlebih dahulu..
Prinsip pembangkitan disini kurang lebih sama seperti siklus termodinamika rankine yg di ajar di kuliah. yah perbedaannya adalah air yg di boiler adalah berasal dari air laut. wah2, pas sekali dengan kondisi geografis cilacap yg dekat dgn laut. Jadi, pertama - tama air laut yg diambil dari segara anakan dipompakan ke tangki 063. kemudian dipompakan lagi ke tangki 053 (tangki disini berfungsi sebagai reservoir).dipompa lagi ke SWD (Sea Water Desalination) untuk di rubah menjadi air tawar. Di sini proses fisika dan kimia berlangsung yg intinya nanti mengubah air asin menjadi air tawar. sisa - sisa air asin tadi diproses kembali sebelum di pompakan kembali ke laut. Instrument yg berperan antara lain:
- Instrument Conductivity, fungsinya untuk mendeteksi konduktifitas dari air itu, apakah ia masih air asin atau tawar. jika asin maka valve akan membuka dan membuang air tadi, dsb.
- Instrument pendukung lain seperti level blowdown, temperature & flow.
Air yang benar - benar tawar tadi kemudian dipompakan ke tangki 054 dan dipompakan lagi ke deaerator untuk menghilangkan O2 yg terkandung disana. tentunya pembuangan O2 untuk menghindari korosi pada komponen proses selanjutnya. kemudian kembali dipompakan ke unit 052 untuk proses generasi listriknya.
Disini seperti biasa, air tadi di kompresi dan dirubah fasenya dengan boiler sampai pada keadaan suhu +-500 C & pressure +- 60 kg/cm^2 disebut HP(high pressure) steam. kemudian di ekspansi di turbin dan gaya dari turbin di koplingkan ke generator. dari sinilah listrik itu di hasilkan. dari ekspansi turbine tadi masih ada tekanan yg cukup tinggi, dibagi 2 yaitu MP(medium pressure) steam sebesar 20 kg/cm^2 dan LP(low pressure) steam sebesar 3 kg/cm^2.
MP steam digunakan untuk preheater pada kolom2 dll. LP steam dialirkan ke kondensat dan digunakan kembali di boiler sebagai medium kerja.
Instrument yg bekerja disini adalah:
pada turbine terdapat sensor vibrasi, untuk mendeteksi vibrasi pada shaftnya dengan acuan akan bagus pada 200mV per miles. konsep fisis yg digunakan di sensor ini adalah induksi magnetik.
Kemudian dari mana bahan bakar untuk memanaskan boiler tadi? ternyata di ambil dari FOC I dan FOC II, yaitu produksi yg fraksinya paling berat, atau berada di bawah kolom. Wah, mantap sekali meen..
Beberapa catatan tambahan:
Valve tube blower, untuk mencegah jelaga - jelaga yg terbentuk hasil dari pembakaran fuel di boiler.
Flame detektor yg terdiri dari sensor infrared & ultraviolet untuk mendeteksi keberadaan api di boiler.
Boiler disini menggunakan BMS (Boiler Management System) sebuah sistem otomasi yg mengatur kerja boiler.
Instrument pada tangki : ATG, pro servo, temperatur indikator, pressure gauge, LSH (level switch), Flow pada pompa & orifice.
PDIC (Pressure Differential Indicator Control) merupakan instrument untuk mengatur delta fuel oil & steam pada dapur2 masak.

Wah2, memang ni aku harus belajar lg dasar - dasar fisis, untuk memahami proses yg terjadi di sini. Memang seorang insinyur fisika dibutuhkan untuk mengontrol seluruh fenomena yg terjadi di industri proses ini, kata pak rumiyanto. yg ternyata beliau juga membimbing calon2 instrument engineer yg sedang training di sini.he2

Cerita Kerja Praktek 2

Jum'at, 20 Januari 2012

wah, semakin kusam saja ni wearpack, semangatq mulai luntur..waaa...gaswat, cilaka 12..harus di recharge lg ni. sesuai dengan tagline pertamina "semangat terbarukan" :D.
Wah, sepertinya sya agak terlambat kali ini, waktu sudah menunjukkan jam 7 kurang 2 menit di jam dekat pemberhentian bis karyawan.Ok, sya putuskan untuk jalaan ke MA II FOC II bag instrument. butuh sekitar 15 menit untk sampai di lokasi. di sna sya hanya bertemu pak sukir yg ternyata berulang tahun hari ini. Slamat y Pak, ke 52 katanya. he2..
Sambil ngobrol2 sya kata kunci yg terniang di kepala sya cuma "safeguard", waduh asing banget ni. ok, ternyata teman2 sya baru datang beberapa menit kmudian. setelah semua berkumpul sya kembali mengobrol2 tentang safeguard system dengan pak sumantoro. pertama beliau mencontohkan safeguard system pada sistem unload/loading valve pada pressure tank. rupanya sistem ini belum dikendalikan dengan PLC atau DCS. dan masih menggunakan relay - relay untuk melakukan sekuensialnya. dia memberikan contoh rangkaian dari sekuensial tadi dan memperlihatkan ke kami relay yg digunakan. dengan spek sbb :
- kaki nomor 2&10 sebagai saklar solenoid
- kaki selain itu merupakan common dan kaki NO (Normal Open) & NC (Normal Close)
Ok, alurnya begini :
- terdapat switch NO yg dihubungkan dengan PSL (pressure switch low) dan PSH (pressure switch high)
- PSL akan open ketika pressure < 8kg/cm^2
- angka 8 ditemukan dengan melakukan kalibrasi dengan menyetting screw
- PSH akan open ketika pressure mencapai > 12 kg/cm^2
- PSH dipararel dengan relay kaki common dan NO
- pada rung 2 terdapat relay kaki common dan NO
- akhirnya akan mengenergize solenoid --> unload valve
Jalannya seperti ini :
Udara bertekanan mensuplai tekanan sampai batas 8 kg/cm^2, stelah melebihi akan menswitch PSL jadi close. terus2an mensuplai sampai lebih dari 12 kg/cm^2. kembali menswitch PSH jadi close. setelah itu barulah mengenergize relay yg tentunya merubah R1-1 dan R1-2 menjadi close. dan akhirnya mengenergize solenoid untuk unloading valve nya. dan akhirnya akan secara kontinyu mensuplai udara bertekanan.
jika PSL gagal menswitch tentunya akan berakibat terhentinya supply tersebut.
Wah2 basic sekali men, harus belajar lagi nih.:D
Kemudian sya diajari melakukan troubleshooting jika terjadi kegagalan sistem (trip) oleh pak susanto. wah, cukup cermat beliau membaaca tuluisan dan membuat logic untuk troubleshooting. beberapa pegangan yg dianut :
- rangkaian seri berarti dia logika OR, artinya jika salah satu komponen gagal, maka akan menggagalkan seluruh rung
- rangkaian pararel berarti dia logika AND, akan gagal jika seluruh komponen pararel gagal
tak terasa jam menunjukkan pukul 11.10, saya harus pulang untuk jum'atan (masa jum'atan pake wearpack, malu sama Allah)..
jam 13.30 saya kembali ke MA II. wah2m kebetulan FOC II sedang stop produksi, kami diajak pak sumantoro untuk main2in CV (control Valve).. what'e lucky day..
dengan beberapa senjata kami langsung menuju TKP. di sna sudah ada control valve yg lg nganggur. ok ternyata ada 2 jenis CV :
- Air to Open atau Fail to Close CV (Merah)
- Air ti Close atau Fail to Open CV (Hijau)
dan yang cukup unik, disini kabel hitam untuk kutub (+) dan putih (-), kebalik ya? bingung - bingung.wkwkwkk
skematiknya sbb :
signal (4-20mA)--------------:
                                   -----[I/P]------
compressed air >-----|                  [positioner]--->---[CV]
                                   ------->--------
dengan menggunakan masukkan kami memainkan I/P ,dan setelah kami membuka globe valve (wuih gaya, padahal cuma kran biasa.he2) udara bertekanan segera mensuplai I/P dan positioner. dengan triger arus dari dummy load yg kita pasang kita melihat perubahan pada CV (hijau) sesuai perilakunya. dengan masukan 4 mA(min) CV akan membuka dan dengan masukan 20mA(max) CV akan menutup. sbaliknya untuk CV merah.
ada beberapa jenis positioner.
Kemudian kami mencoba melakukan kalibrasi. dengan mengganti output dari positioner ke resifer yg kita bawa kita dapat mengkalibrasi. dengan menentukan zero (putar pada dpan positioner) dan span (pada belkang positioner).
setelah itu kami diajak untuk melihat2 tipe positioner yg ada :
-smart positioner -->lebih kompak krna sudah terintegrasi dengan I/P
-remote positioner -->bisa dikendalikan jarak jauh. mantap boy
kami menuju ke kontrol lokal untuk mengontrol CV (merah) disana terdapat sistem safeguard. dimana karakter utama dari sistem safeguard adalah adanya transmitter dan adanya solenoid. lg asik2nya diterangin kami ditegur oleh HSE karena tidak memakai masker dan google, well that's end our tour today...
pulang - pulang sudah ada pak susanto yg membawa controller pneumatic baru. sya dioleh2 i oleh mereka manual book dari kontroler ini. Mantap segera digoreng ni.hi2..
Akhir note ini sya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Sukir, Pak Sumartono dan Pak Susanto yang telah dengan sabar membimbing dan mengajari kami ilmu2 baru, saya doakan semoga Allah SWT membalas dengan yang lebih lagi.. Amiiin :)

Cerita Kerja Praktek

Sungguh menarik sampe ketawa2 sendiri liat tulisan lama ini.ha3,
Cerita KP di Pertamina RU IV Cilacap
Senin, 9 Januari 2012
Hari pertama, dag dig dug...
bertemu dengan HRD pertamina, pak arif romdlon namanya. lagi2 ada yang mengingatkan bahwa aku harus menjadi orang yang lebih tegas. Alhamdulillah..

Selasa, 18 Januari 2012
Hari pertama sebagai praktikan di posisi Facility Engineering, bertemu pembimbing Pak Sundoro senior Process Engineer, beliau orang yang friendly dan sangat welcome. langsung di ajak ke site dengan mobilnya.. cek ponsel, cek laptop aq tidak bawa. ok lanjut, dikenalkan dengan proses pengolahan migas, dari jetty sampai ke kilang. pengetahuan awamnya :
migas di bawa oleh kapal, kemudian di transmisikan ke FOC unit dan sisanya di bawa ke LOC unit untuk diolah kembali, saya lupa ada berapa unit (find out next time).
Menuju ke MA (Maintenance Area) bertemu dengan para operator. Okay, jadi apa yang akan aku lakukan disini??, Aku menawarkan untuk meneliti kontrol instrument, berupa metering device (Flow, temperature, Level, Pressure).
Haha, dasar lugunya aku, Pak Sundoro memberikan tantangan agar aku meneliti tentang interlock di DCS, beliau bilang Kontrol terlalu mainstream. Yah, aku langsung mengiyakan karena masih terpesona dengan site di sana.

Alhamdulillah bertemu dengan orang unik, beliau adalah Mas Adit, beliau baru 3 tahun di Fac Eng. Namun ternyata pengetahuan mengenai DCS sudah sangat mendalam. ok, ini target saya langsung saya minta di ajari tentang interlock itu.

Setelah itu ikut para operator untuk memasang sensor - sensor dan transmitter di site, mengkalibrasi sensor gas yang baru di pasang (dan ternyata sudah trouble dan dibiarkan selama 20 tahun) WOW...

Mas Adit ini sembari menjelaskan tentang bagaimana mengkalibrasi, beliau bercerita tentang dirinya. ternyata dia memiliki hobi yang sama dengan aku. Great!! bagai ketemu kawan lama, obrolan kami ngalor - ngidul ttg spek PC dan game.hehehehe...
Ok. sekian log hari ini.
Kamis, 19 januari 2012
Pak Sumantoro 085213111770
Seperti biasa, berada di site jam 7 pagi. tapi hari ini ada yg berbeda, kami mengunjungi MA2 (maintenance area 2) yaitu tempat untuk maintenance di FOC II dan LOC II. tapi sepertinya ada yg salah, karena di bagian paraxylin(lupa) tidak ada kerjaan, jadi kami pindah dijmpt pak sundoro untuk k lokasi LOC II. disana bertemu pak sumantoro seorang instrument engineer yg cukup senior. beliau memberikan kami kuliah terapan.he2
ringkasan kuliah beliau sbb:
1. inti dari seorang instrument engineer adalah Input dan Output
2. arus resmi adalah 4mA - 20 mA = 1 - 5 V dc,merupakan arus standart yg dipakai di sensor atau aktuator, biasanya dari transmitter atau dari controller ke i/p
3. skematik dibagi 3 yaitu field, basement, CR (control room)
Field       Basement       CR
  (PT)-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-(PIC)-.]
  (CV)-//-//-//-//-//-//-//-//-//- ]
4. pressure keluaran adalah 0.2 - 1.0 kg/cm^2 = 3 - 14,7 psi
5. semua sensor dianggap linier kecuali flow, yg tentunya memiliki karakteristik sendiri
6. I to P (I/P) mengubah sinyal ke pressr
7. Cleper nozzle, pengatur keluaran pada pneumatic pada pressure transmitter
8. Thermowell ->transmitter-> 4-20mA
9. ingat P=ro*g*h pada konversi ketinggian fluida di deteksi dengan pressure gauge
10. udara bertekanan sebesar 7 kg/cm^2 di masukkan ke regulator sebelum masuk ke tranduser atau positioner
11. positioner merupakan perubah posisi dari stem (batang) yang ada di Control Valve, jadi positioner semacam ampli
12. ada sensor grounding rentang 0-5mA , gronding brbahaya karena dapat mengganggu Breaker.
13. Safe guard ada tipe latch unlatch
14. berbicara ttg safeguard berarti seputar solenoid, feet, relay
15. Resifer (sedengernya gini ^_^) sperti pressure gauge ttpi memiliki skala tetap 0.2 - 1 kg/cm^2

SI berarti harus mau belajar manual dll
Yah, banyak yang kami dapat hari ini. terutama harus lebih memperdalam P&ID dan process flow diagram...
Instrument engineer merupakan engineer yang dituntut untuk mengerti semua (proses, mekanikal, elektrik)
PROUD to be an Instrument Engineer ^_^

Review Field Instrument - Dresser Masoneilan

Dresser Masoneilan Site :  http://site.ge-energy.com/corporate/shark/index.htm Youtube Channel : - Model : FVP110 Aplikasi : Positioner ...