Tampilkan postingan dengan label HART. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HART. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juli 2016

Review Field Instrument - ABB

ABB
Site : http://www.abb.com/
Youtube Channel : https://www.youtube.com/user/ABBMeasurementExpert
Model : 266, TTF300, TZIDC, TZID,
Aplikasi : PT, DPT, FT, TT, Positioner
Protocol : Foundation Fieldbus, HART

ABB


Jujur Penulis baru pertama ketemu ini produk untuk transmitter dan positioner dan selama proses commisioning merupakan yang paling bermasalah. Mulai dari Enclosure yang kemasukan air (Kurang rapat atau gimana) sehingga ditambahkan lapisan silikon di luar nya sampai beberapa Transmitter berguguran/Fail (Mungkin juga karena kondisi proses yang cukup ekstrim).

Konfigurasi

Untuk Transmitter Konfigurasi dapat dilakukan melalui fasilitas Tombol pada LCD ataupun menggunakan Field Communicator. Jika Transmitter dilengkapi dengan LCD, akan sangat mudah melakukan pengaturan standard karena kita akan langsung familiar dengan tampilannya. Tampilannya mengingatkan saya pada Hape NOKIA jadul tetapi sangat lengkap. Mulai dari merubah Tag Number, Addressing (untuk Fieldbus), URV, LRV, Kalibrasi, Engineering Unit dsb. LCD nya pun cukup jelas dan kontras dilengkapi dengan Backlight yang memudahkan orang operasi untuk membaca saat malam2 (Ngapain lewat Console DCS juga bisa hehe). Namun, untuk melakukan pengaturan dengan menggunakan Field Communicator sedikit membingungkan pada menu - menu nya tidak seperti merek tetangga.

ABB


Lain halnya dengan Positioner nya. Jika anda pertama kali menggunakan Positioner ini, untuk melakukan proses konfigurasi dan atau kalibrasi anda akan menemui interface yang cukup aneh dan membingungkan. Memang pada Positioner nya dilengkapi dengan LCD dan 4 Tombol. Namun, Pengoperasiannya yang cukup membingungkan karena terdapat beberapa kombinasi tombol dan ada yang perlu di Hold dsb (Seperti memasukkan Cheat pada Game). intinya interface nya sangat buruk dan anda harus benar2 memahami manual yang ada jika tidak ingin ada kesalahan. Buruknya, menggunakan Field Communicator tidak akan banyak membantu karena anda akan menemui masalah serupa berupa menu - menu yang membingungkan. Saya pribadi merekomendasikan untuk melakukan konfigurasi menggunakan Tombol dan tampilan lokal (masih lebih mending).

ABB

Anda harus membuka Enclosure Positioner untuk mengakses tombol konfigurasi

Dukungan Software & Manual

Manual ini menjadi sangat wajib ketika anda melakukan konfigurasi khususnya pada Positioner. Anda dapat mengunduh semua itu pada website resmi ABB. DD File juga disediakan untuk di unduh pada website ABB.

Senin, 04 Juli 2016

475 Field Communicator

475 Field Communicator merupakan alat yang digunakan untuk mendiagnosa dan atau mengkonfigurasi Field Instrument. Dengan seri 475 merupakan seri terbaru, pendahulunya adalah seri 375 dan 275. Banyak orang lapangan menyebut Communicator ini dengan singkatan/sebutan Hartcom. Namun, sebenarnya semenjak seri 375 sudah support Fieldbus Device, terlihat dari Logo Foundation Fieldbus yang ada di Field Communicator tersebut. Sedangkan untuk seri 275 hanya support HART Protocol saja.

Field Communicator
Model Field Communicator 275, 375 dan 475

Kebetulan baru pernah megang yang seri 475 tetapi dari segi fungsionalitas kurang lebih sama untuk Model yang sebelumnya. Pada Seri 475 ini beberapa fitur yang ditawarkan antara lain :
- Tampilan berwarna, sedikit seger liat interface nya, beberapa juga terdapat grafis dan gambar2
- Batre tahan seharian, 
- Support protokol HART, Wireless HART dan Foundation Fieldbus
- Terdapat Aplikasi FIELDVUE untuk Positioner brand Fisher (memberikan diagnosa lebih dalam)
- Easy Upgrade, memberikan kemudahan update software via web
- Support Bluetooth
- Touch screen (Ada stylus nya kekinian kek hape2 jaman sekarang, tapi suka ribet kalo jempol nya kebesaren, hehe)

Kemudian bagaimana caranya HART bisa berkomunikasi dengan Transmitter/Device? sedangkan signal dari Transmitter/device tersebut mengeluarkan sinyal analog 4-20 mA.
Jawabannya adalah karena HART menggunakan teknologi FSK alias frequency shift keying. Namun tidak serta merta dari 4-20 mA tersebut diganti ke frekuensi. Sebelum dirubah ke bentuk frekuensi, sinyal 4-20 mA terlebih dahulu dirubah ke sinyal 1-5 VDC. caranya dengan menambahkan resistance 250 Ohm pada rangkaiannya secara serial. Jika ingin membuktikannya, coba agan koneksikan suatu device (misal trasnmitter) yang support HART protocol ke power supply 24 VDC di workshop atau lab. lalu pasang HART communicator secara paralel. dapat dipastikan HART communicator anda tidak akan bisa membaca apa2. lalu sekarang tambahkanlah resistor secara serial di rangkaian tersebut, baru HART communicator anda bisa berkomunikasi dengan transmitter dan membaca parameter2nya.
mengapa bisa begitu?
pada saat agan menambahkan resistor 250 ohm pada sebuah loop dengan power 24 VDC dan arus antara 4-20 mA. maka akan terbentuk signal yang bisa numpang (superimposed) dengan range 1-5 VDC

misal 4 mA --> maka tegangannya: V=I.R = 4mA x 250 = 1 VDC
misal 20 mA --> maka tegangannya: V=I.R = 20mA x 250 = 5 VDC

perubahan tegangan dari 1-5 VDC inilah yang diconvert ke bentuk digital dengan modulasi frequency shift keying.

Berikut Penjelasan di Video :


Rangkaian Koneksi Field Communicator dengan Transmitter


Kalibrasi & Simulasi Transmitter Yokogawa dengan Field Communicator 475


Konfigurasi Positioner DCV6200f dengan ValveLink

Referensi :
- http://www2.emersonprocess.com/siteadmincenter/PM%20Asset%20Optimization%20Documents/ProductReferenceAndGuides/475_ru_usermanual.pdf
- Kaskus

Review Field Instrument - Dresser Masoneilan

Dresser Masoneilan Site :  http://site.ge-energy.com/corporate/shark/index.htm Youtube Channel : - Model : FVP110 Aplikasi : Positioner ...