Tampilkan postingan dengan label Foundation Fieldbus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foundation Fieldbus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juli 2016

Review Field Instrument - Dresser Masoneilan

Dresser Masoneilan
Site : http://site.ge-energy.com/corporate/shark/index.htm
Youtube Channel : -
Model : FVP110
Aplikasi : Positioner
Protocol : Foundation Fieldbus

Dresser Masoneilan


Ini Vendor sepertinya sih cukup terkenal untuk masalah Valve dan Positioner nya. Namun, kok ngga bilang - bilang kalo pindah jadi General Electric. Nah, itulah pengalaman pertama ketika mencari Manual dari Positioner seri FVP110 ini.

Konfigurasi

Untuk melakukan konfigurasi anda hanya dapat melakukan menggunakan Field Communicator karena kebetulan tipe yang kami pasang menggunakan Fieldbus. Untuk melakukan Kalibrasi dan fungsi diagnosa lainnya kami harus memahami Function Block dari Positioner ini. Untuk melakukan kalibrasi menggunakan dua mode yaitu Auto Calibration dan Manual Calibration. Jika kita memilih Auto maka kita tinggal menunggu saja proses kalibrasi selesai dengan sendirinya. Namun, ada kalanya kita harus melakukan kalibrasi secara Manual yaitu mengatur Feedback positioner tersebut hingga pas.

Dukungan Software & Manual

Seperti yang sudah kami utarakan sebelumnya mencari Manual dari Positioner ini susah karena kami sendiri mengunduh Manual tersebut bukan dari Site Resmi Positioner tersebut. Namun, manual tersebut cukup komplit dan menerangkan semua Function Block yang ada di dalam Positioner tersebut.


Troubleshooting

Device : Positioner
Manufacture/Type : Dresser Masoneilan FVP110
Protocol : Foundation Fieldbus
Permasalahan :
FacePlate terindikasi INIT. Tidak dapat Stroke Manual melalui Faceplate.
Mode Block AO terindikasi LO/AUTO tidak dapat berubah ke CAS
Solusi : 
Melakukan Kalibrasi ulang. Jika diperlukan lakukan Manual Calibration dengan melakukan settingan pada position feedback positioner. Jika kalibrasi sukses maka masalah diatas dapat teratasi.


Review Field Instrument - SMAR

SMAR
Site : http://www.smar.com/
Youtube Channel : -
Model : LD301, IF302
Aplikasi : PT, DPT, Current to Fieldbus Converter
Protocol : Foundation Fieldbus, HART

SMAR


Ini juga termasuk Vendor yang cukup jarang kami temui. SMAR kalo diucapkan kayak SEMAR tokoh wayang haha. Untuk tampilan luarnya kelihatannya tidak ada yang istimewa.

Konfigurasi

Kita dapat melakukan konfigurasi pada Transmitternya secara langsung jika dilengkapi dengan LCD. Uniknya SMAR menggunakan tombol magnetik yang hanya dapat diakses menggunakan "Obeng" spesial bawaan dari pembeliannya. Dengan membuka Name Plate di atas Transmitter tersebut kita dapat mengakses tombol tersebut dan "mencet2 nya" memakai Obeng spesial tadi. Untuk Settingan Defaultnya kita hanya bisa mengatur Span dan Zero. Namun, jika kita mengganti Dip Switch pada PCB Transmitter tersebut kita bisa melakukan konfigurasi lebih mendalam (Cuma agak repot harus mbukak Cover depan dan nyopot LCD nya).

Alternatif lain adalah dengan menggunakan Field Communicator. Cara paling mudah dan praktis, menu - menu nya pun mudah dipahami (untuk HART) untuk Fieldbus seperti biasa anda harus memahami Function Block masing - masing untungnya Manualnya tergolong lengkap dan informatif sehingga memudahkan kita mempelajarinya. Pada Project yang pernah kami ikuti, hanya terpasang tipe LD300 berupa Diff Press Transmitter dan IF302 yaitu Converter Current 4-20 mA ke Foundation Fieldbus. Kesulitannya saat itu adalah mendapatkan DD File nya, pertama kami coba unduh di Fieldbus.org tetapi versi yang tersedia adalah versi lawas. Akhirnya kami coba email ke Vendor dan mendapatkan DD File yang kami butuhkan (Latest Version) alhasil kami berhasil mengkonfigurasinya pada DCS.

Dukungan Software & Manual

Manualnya tergolong ampuh dan komplit semua tersedia di websitenya. Namun, ada beberapa File/Document yang mewajibkan kita untuk melakukan Sign in pada situs tersebut. Cukup menyebalkan dimana kita harus membuat akun2 an untuk download file saja. DD File juga tidak dapat diunduh secara bebas seperti yang kami ceritakan sebelumnya dimana kami harus menghubungi Vendor tersebut sampai dengan 1 Minggu untuk mendapatkan DD File yang terbaru.

Produk yang cukup unik adalah Converter Current to Fieldbus. Cukup solutif untuk mengakomodir Transmitter - transmitter lawas yang hanya support signal keluaran 4-20 mA maupun signal keluaran dari Sistem (DCS/PLC) yang akan di Tie-in dengan sistem kita yang berbasis Fieldbus.

Kamis, 07 Juli 2016

Review Field Instrument - Azbil

Azbil
Site : www.azbil.com
Youtube Channel : -
Model : SVP3000
Aplikasi : Positioner
Protocol : Foundation Fieldbus

Azbil
Selama Proses instalasi dan Commisioning tidak pernah ditemui adanya masalah. Termasuk handal dan bagus dengan interface yang sedikit kuno. Kekurangannya hanya terletak pada dukungan Manual dan Website yang kurang interaktif. 

Konfigurasi
Proses Konfigurasi hanya dapat dilakukan di Lokal melalui Adjusment Screw dan menggunakan Field Communicator. Jika menggunakan protocol HART tentu proses diagnosa dan pengetesan lebih simple karena kita dapat "inject" arus untuk melakukan pengetesan tersebut. Lain halnya dengan Fieldbus, dimana lebih software based dan bagi yang tidak familiar dengan konfigurasi berbasis Function Block pasti akan membingungkan.

Dukungan Software & Manual
Termasuk kurang interaktif, Manual yang diberikan terasa sangat minimalis dan kurang memberikan gambaran konfigurasi dan diagnosa Positioner tersebut. Pada website nya juga susah untuk melakukan pencarian Model yang dimaksud. Alhasil tanya mbah Google dan didapatkan Link dibawah ini :
http://tw.azbil.com/pdf/8-Penuamtic/8-3AVP303304/AVP303AVP304.pdf
Sulitnya lagi adalah pada website tersebut tidak tercantum link untuk melakukan download DD File yang sangat penting untuk konfigurasi dengan menggunakan Fieldbus. Terpaksa kita melakukan download pada situs Fieldbus.org




Cara Kalibrasi Positioner SVP3000 HART 
*Bahasanya ora mudengi tetapi cukup untuk referensi


Proses Instalasi Positioner ke Valve & Actuator - Part 1


Proses Instalasi Positioner ke Valve & Actuator - Part 2

Review Field Instrument - Yokogawa

Seringkali ketika kita membeli suatu produk kita mencari informasi terkait produk tersebut. Contohnya kita ingin mencari Smartphone dengan kisaran harga 1,5 jt dengan Fitur Segudang. Hal pertama yang akan kita lakukan adalah mengetik di Google dengan keyword kurang lebih seperti ini : "Smartphone terbaik Harga 1.5 jutaan". Voila... tampak di pencarian teratas Smartphone dengan model tertentu disertai dengan Spesifikasinya. Nah, kemudian muncul pertanyaan berikutnya, apakah benar ni Hape sebagus yang disebutkan di spek nya?, Handal g ni?, jangan2 baru pake bentar dah rusak. Pertanyaan - pertanyaan diatas dapat tejawab jika ada Review mengenai produk tersebut. Pada Review tersebut biasanya dibahas secara mendalam mengenai Produk tersebut, tidak jarang juga yang melakukan pengetesan - pengetesan tertentu, misalkan dicoba untuk main GTA kuat ngga.

Akhirnya anda sebagai konsumen akan yakin (paling ngga mantep) dengan pilihan anda. Nah, hal tersebut yang mendorong saya pribadi (meskipun bukan end-user) untuk memberikan opini mengenai produk - produk Field Instrument yang pernah saya ikuti pemasangannnya dan commisioningnya. Anda bisa bayangkan jika kita hendak berinvestasi 1,5 jt untuk smartphone kita dibutuhkan berminggu - minggu melakukan pencarian Review mengenai produk tersebut bagaimana dengan Field Instrument yang notabene menjadi ujung tombak keberlangsungan Plant.

Perlu digaris bawahi bahwa review ini merupakan murni opini pribadi dan berdasarkan pengalaman selama melakukan proses instalasi dan commisioning Instrument tersebut.

Troubleshooting Field Instrument,

Sebagai tambahan kami tambahkan sedikit Troubleshooting yang sering ditemui.
catatan lagi, artikel ini tidak dapat menjadi acuan untuk segala permasalahan di Field Instrument yang mungkin ditemui. Selalu Refer ke Manual yang diberikan oleh Vendor ketika menemui permasalahan pada Field Instrument anda. Jika tidak ada segera hubungi Vendor terkait untuk penanganan lebih lanjut (kaya dokter bae ya haha).

YOKOGAWA
Site : http://www.yokogawa.com/
Youtube Channel : https://www.youtube.com/user/AutomationYOKOGAWA
Model : EJA, EJX, YTA320, FVX110
Aplikasi : PT, DPT, FT, LT, TT, Segment Indicator, O2 Analyzer
Protocol : Foundation Fieldbus, HART

Merupakan Manufacture yang produknya banyak dipakai di Project yang saya ikuti, selain Field Instrument juga membuat DCS. Paling banyak dipakai untuk aplikasi Pressure Transmitter, Differential Pressure Transmitter, Temperature Transmitter, Level Transmitter D/P Type, Field Indicator dan Analyzer dengan protocol HART ataupun Fieldbus.

Secara garis besar, proses instalasi sangat mudah terdapat Indikator H & L agar masang DPT/FT ngga kebalik. Ketika memasang TT yang koneksinya sering kebalik tetapi lebih karena Human Error (terdapat Connnection Drawing pada tutup Housing nya). LCD nya jelas dan dapat terbaca dengan baik (Kontras bagus).

Konfigurasi yang Mudah

Kita dapat melakukan proses konfigurasi dengan menggunakan tombol dari Transmitter (Dengan membuka Housing terlebih dahulu) ataupun dengan menggunakan Field Communicator. Tampilan dan menu ketika menggunakan Field Communicator cukup mudah dipahami. Terdapat menu standar seperti mengubah Tag Number, URV, LRV, Engineering Unit, Menu Kalibrasi, Output Char (Linear, Sqrt),  Trim dsb.

Jika Device kita bermasalah atau terdapat suatu hal, maka akan muncul Pesan dengan Kode tertentu pada LCD Transmitter. Deskripsi lengkap dari Alarm Code tersebut dapat kita cari di Manual untuk memperoleh solusi ataupun penanganan lanjut jika Alarm Code tersebut muncul pada LCD transmitter. Seringkali kita perlu men-Disable Alarm tersebut karena cukup menyebalkan dan tidak perlu untuk dimunculkan contohnya adalah Alarm Open Connection pada Temperature Transmitter YTA320 yang support Dual Sensor. Misalkan kita hanya melakukan terminasi pada satu sensor maka Transmitter akan menganggap terjadi Kesalahan (Open Circuit pada sensor satunya) sehingga memunculkan Alarm Code pada LCD. Solusinya kita tinggal men-Disable Alarm Code dengan fungsi tersebut.

Dukungan Software & Manual yang mudah dipahami

Membuat anda betah membaca Manual dari Yokogawa ini. Informasi nya lengkap, semua ada, dijelaskan dengan rinci, Pokoknya ini bagaikan Google Map yang nggak bikin kesasar ketika anda menemui masalah pada Transmitternya hehe. DD File nya juga Update, DVD library kita hilang atau ketlingsut kita dapat mengunduh nya di Website nya Yokogawa.

Yokogawa ini tidak pernah rewel dan sangat handal jika beroperasi pada Spek nya. Masalah yang timbul adalah karena Transmitter ini bekerja di atas batasnya (Overpressure atau Overtemperature). Sangat Handal, sayangnya dari segi harga kami belum bisa memberikan kisarannya karena tidak memiliki informasinya.



Yokogawa

Troubleshooting :

Device : PT/PDT/FT/LT
Manufacture/Type : Yokogawa Pressure Transmitter EJA NEXT, EJA, EJX
Protocol : Foundation Fieldbus
Permasalahan :
Terdapat indikasi AL.01 pada LCD Transmitter, Capsule Error
Solusi :
Ganti Capsule/ Transmitter dengan yang baru

Device : PT/PDT/FT/LT
Manufacture/Type : Yokogawa Pressure Transmitter EJA NEXT, EJA, EJX
Protocol : Foundation Fieldbus
Permasalahan :
Terdapat indikasi AL.10 pada LCD Transmitter, Pressure terindikasi melebihi range dari Capsule sensor tersebut
Solusi :
Cek Dengan Equalize apakah indikasi AL.10 tetap muncul?, jika AL.10 hilang maka
Cek Kondisi Proses dan Tapping High & Low. Pastikan tidak ada udara terjebak.
Cek Manifold, pastikan Valve Isolation terbuka & Valve Vent tertutup.
*Ganti Capsule dengan Range yang lebih tinggi jika Pressure melebihi Range sensor tersebut
Device : PT/PDT/FT/LT
Manufacture/Type : Yokogawa Pressure Transmitter EJA NEXT, EJA, EJX
Protocol : Foundation Fieldbus
Permasalahan :
Terdapat indikasi AL.30 pada LCD Transmitter, Pressure terindikasi melebihi range dari Transmitter tersebut
Solusi :
Cek Dengan Equalize apakah indikasi AL.30 tetap muncul?, jika AL.30 hilang maka
Cek Kondisi Proses dan Tapping High & Low. Pastikan tidak ada udara terjebak.
Cek Manifold, pastikan Valve Isolation terbuka & Valve Vent tertutup.
*Ganti Range Transmitter tersebut jika memang diperlukan
Device : TT
Manufacture/Type : Yokogawa Temperature Transmitter YTA320/ YTA310
Protocol : Foundation Fieldbus/HART
Permasalahan :
Indikasi Temperature tidak Ambient/tidak sesuai dengan kondisi actual
Solusi :
Cek Terminasi Sensor tersebut pastikan terminasi terpasang sesuai dengan Connection Diagram 

Review Field Instrument - ABB

ABB
Site : http://www.abb.com/
Youtube Channel : https://www.youtube.com/user/ABBMeasurementExpert
Model : 266, TTF300, TZIDC, TZID,
Aplikasi : PT, DPT, FT, TT, Positioner
Protocol : Foundation Fieldbus, HART

ABB


Jujur Penulis baru pertama ketemu ini produk untuk transmitter dan positioner dan selama proses commisioning merupakan yang paling bermasalah. Mulai dari Enclosure yang kemasukan air (Kurang rapat atau gimana) sehingga ditambahkan lapisan silikon di luar nya sampai beberapa Transmitter berguguran/Fail (Mungkin juga karena kondisi proses yang cukup ekstrim).

Konfigurasi

Untuk Transmitter Konfigurasi dapat dilakukan melalui fasilitas Tombol pada LCD ataupun menggunakan Field Communicator. Jika Transmitter dilengkapi dengan LCD, akan sangat mudah melakukan pengaturan standard karena kita akan langsung familiar dengan tampilannya. Tampilannya mengingatkan saya pada Hape NOKIA jadul tetapi sangat lengkap. Mulai dari merubah Tag Number, Addressing (untuk Fieldbus), URV, LRV, Kalibrasi, Engineering Unit dsb. LCD nya pun cukup jelas dan kontras dilengkapi dengan Backlight yang memudahkan orang operasi untuk membaca saat malam2 (Ngapain lewat Console DCS juga bisa hehe). Namun, untuk melakukan pengaturan dengan menggunakan Field Communicator sedikit membingungkan pada menu - menu nya tidak seperti merek tetangga.

ABB


Lain halnya dengan Positioner nya. Jika anda pertama kali menggunakan Positioner ini, untuk melakukan proses konfigurasi dan atau kalibrasi anda akan menemui interface yang cukup aneh dan membingungkan. Memang pada Positioner nya dilengkapi dengan LCD dan 4 Tombol. Namun, Pengoperasiannya yang cukup membingungkan karena terdapat beberapa kombinasi tombol dan ada yang perlu di Hold dsb (Seperti memasukkan Cheat pada Game). intinya interface nya sangat buruk dan anda harus benar2 memahami manual yang ada jika tidak ingin ada kesalahan. Buruknya, menggunakan Field Communicator tidak akan banyak membantu karena anda akan menemui masalah serupa berupa menu - menu yang membingungkan. Saya pribadi merekomendasikan untuk melakukan konfigurasi menggunakan Tombol dan tampilan lokal (masih lebih mending).

ABB

Anda harus membuka Enclosure Positioner untuk mengakses tombol konfigurasi

Dukungan Software & Manual

Manual ini menjadi sangat wajib ketika anda melakukan konfigurasi khususnya pada Positioner. Anda dapat mengunduh semua itu pada website resmi ABB. DD File juga disediakan untuk di unduh pada website ABB.

Senin, 04 Juli 2016

475 Field Communicator

475 Field Communicator merupakan alat yang digunakan untuk mendiagnosa dan atau mengkonfigurasi Field Instrument. Dengan seri 475 merupakan seri terbaru, pendahulunya adalah seri 375 dan 275. Banyak orang lapangan menyebut Communicator ini dengan singkatan/sebutan Hartcom. Namun, sebenarnya semenjak seri 375 sudah support Fieldbus Device, terlihat dari Logo Foundation Fieldbus yang ada di Field Communicator tersebut. Sedangkan untuk seri 275 hanya support HART Protocol saja.

Field Communicator
Model Field Communicator 275, 375 dan 475

Kebetulan baru pernah megang yang seri 475 tetapi dari segi fungsionalitas kurang lebih sama untuk Model yang sebelumnya. Pada Seri 475 ini beberapa fitur yang ditawarkan antara lain :
- Tampilan berwarna, sedikit seger liat interface nya, beberapa juga terdapat grafis dan gambar2
- Batre tahan seharian, 
- Support protokol HART, Wireless HART dan Foundation Fieldbus
- Terdapat Aplikasi FIELDVUE untuk Positioner brand Fisher (memberikan diagnosa lebih dalam)
- Easy Upgrade, memberikan kemudahan update software via web
- Support Bluetooth
- Touch screen (Ada stylus nya kekinian kek hape2 jaman sekarang, tapi suka ribet kalo jempol nya kebesaren, hehe)

Kemudian bagaimana caranya HART bisa berkomunikasi dengan Transmitter/Device? sedangkan signal dari Transmitter/device tersebut mengeluarkan sinyal analog 4-20 mA.
Jawabannya adalah karena HART menggunakan teknologi FSK alias frequency shift keying. Namun tidak serta merta dari 4-20 mA tersebut diganti ke frekuensi. Sebelum dirubah ke bentuk frekuensi, sinyal 4-20 mA terlebih dahulu dirubah ke sinyal 1-5 VDC. caranya dengan menambahkan resistance 250 Ohm pada rangkaiannya secara serial. Jika ingin membuktikannya, coba agan koneksikan suatu device (misal trasnmitter) yang support HART protocol ke power supply 24 VDC di workshop atau lab. lalu pasang HART communicator secara paralel. dapat dipastikan HART communicator anda tidak akan bisa membaca apa2. lalu sekarang tambahkanlah resistor secara serial di rangkaian tersebut, baru HART communicator anda bisa berkomunikasi dengan transmitter dan membaca parameter2nya.
mengapa bisa begitu?
pada saat agan menambahkan resistor 250 ohm pada sebuah loop dengan power 24 VDC dan arus antara 4-20 mA. maka akan terbentuk signal yang bisa numpang (superimposed) dengan range 1-5 VDC

misal 4 mA --> maka tegangannya: V=I.R = 4mA x 250 = 1 VDC
misal 20 mA --> maka tegangannya: V=I.R = 20mA x 250 = 5 VDC

perubahan tegangan dari 1-5 VDC inilah yang diconvert ke bentuk digital dengan modulasi frequency shift keying.

Berikut Penjelasan di Video :


Rangkaian Koneksi Field Communicator dengan Transmitter


Kalibrasi & Simulasi Transmitter Yokogawa dengan Field Communicator 475


Konfigurasi Positioner DCV6200f dengan ValveLink

Referensi :
- http://www2.emersonprocess.com/siteadmincenter/PM%20Asset%20Optimization%20Documents/ProductReferenceAndGuides/475_ru_usermanual.pdf
- Kaskus

Minggu, 20 Desember 2015

Cara Menambahkan DD File pada Library Control Builder

Jika pada Device Analog 4-20 mA ataupun HART kita dapat segera mengganti Transmitter tersebut tanpa perlu 'menyentuh' sistem. Hal tersebut tidak dapat dilakukan pada Device berbasis Foundation Fieldbus. Karakteristik penggantian Device ini analoginya sama ketika kita melakukan instalasi hardware baru pada PC kita. Kita ambil saja contoh ketika kita hendak melakukan instalasi Printer pada PC. Windows akan segera mencari Library Driver yang pas untuk Printer kita, untungnya untuk Printer - Printer Lawas Driver tersebut sudah dikenali oleh Windows. Namun, bagaimana jika kita melakukan instalasi Printer jenis terbaru atau merek antah berantah yang Drivernya tidak tersedia pada Library OS Windows?. Tentunya ketika membeli Printer tersebut kita mendapatkan CD yang berisi Driver Printer tersebut, atau kita dapat mengunduh nya melalui internet.

Seperti halnya Printer tadi, Device Fieldbus membutuhkan 'Driver' agar dikenali oleh Windows dalam hal ini Builder kita "Honeywell". Nah, untungnya Foundation Fieldbus telah mengumpulkan semua 'Driver' tersebut yang selanjutnya disebut DD (Device Description) File ke dalam situs mereka yaitu di http://www.fieldbus.org/ . Untuk memudahkan anda, berikut langkah - langkah mengunduh DD File pada situs tersebut :

*DD File tersebut dapat juga di unduh pada Situs Vendor Device tersebut

1. Pertama kita buka dulu situs nya di http://www.fieldbus.org/ dan Klik End User Resources

Foundation Fieldbus

2. Klik Registered Product

Foundation Fieldbus

3. Nah, pada menu ini kita tinggal memilih Manufacture/Vendor dan Jenis Device tersebut

Foundation Fieldbus

4. Pada Contoh kali ini kita pilih Device dari Yokogawa

Foundation Fieldbus

5. Kemudian pada menu kategori kita cari Kategori Device yang dikehendaki

Foundation Fieldbus

6. Kita Pilih Temperature untuk mencari Temperature Transmitter

Foundation Fieldbus

7. Klik Search untuk memulai pencarian

Foundation Fieldbus

8. Kita Cek Deskripsi Device tersebut, Pastikan semua sesuai dengan Device yang hendak kita install. Hal yang perlu diperhatikan :

  • Model : YTA320
  • Revision : 4

Jika semuanya sudah sesuai Klik Download DD/CFF File

*Untuk device versi sebelumnya dapat di unduh pada Kolom Previous Registration.


Foundation Fieldbus

9. Akan muncul kolom License Agreement Dah ngga usah kelamaan paling ngga bakal dibaca :D. Langsung Klik I Accept untuk memulai proses download.

Foundation Fieldbus

10. Proses Download

Foundation Fieldbus

11. Buka file hasil Unduhan tersebut

Fieldbus Configuration

12. Extract File File tersebut dan Copy ke Flash Disk

Fieldbus Configuration

13. Sampai dengan di atas sebenarnya Prosesnya telah selesai, khusus untuk Control Builder Honeywell akan dilanjutkan dengan langkah - langkah menambahkannya ke dalam Library.
Klik File>New>Type>Fieldbus Device

Fieldbus Configuration

14. Klik Icon "..." untuk menentukan Directory DD File tersebut, dalam hal ini adalah Flashdisk anda ataupun directory tempat anda menyimpan DD File tersebut.

Fieldbus Configuration

Fieldbus Configuration

15. Dapat kita lihat Device YTA320_0401 telah sukses kita tambahkan ke dalam Library

Fieldbus Configuration

Sumber :
fieldbus.org
Honeywell Knowledge Builder

Selasa, 01 Desember 2015

Replacement Fieldbus Device on Honeywell Control Builder

Yap, dapat dipastikan suatu Field device suatu saat nanti akan menemui ajal nya. Nah, Field Device tersebut harus segera diganti agar tidak menimbulkan masalah bagi Operasi Pabrik.Uniknya, untuk Field Device dengan Protocol Fieldbus memiliki metode Penggantian yang sedikit berbeda dengan Field Device dengan Protocol HART/4-20 mA.

Umumnya pada Device HART/4-20 mA penggantian dapat segera dilakukan setelah kalibrasi. Namun, untuk device Fieldbus ini sedikit berbeda dimana selain kalibrasi kita juga perlu menyesuaikan Tag dan Address dari device Baru dengan Device Lama (yang telah terconfigure).

Pada contoh kali ini kita akan melakukan penggantian pada Positioner 101-FV-203. Langkah - langkah nya sebagai berikut :

1. Dapat kita lihat bahwa Icon Positioner 101FV203 berwarna merah, artinya Device tersebut telah disconnect dari Junction Box. Nampak juga Icon 101-FV-203 berwarna Hijau dengan Tanda Tanya (?) muncul yang menandakan ada Device baru yang terconnect ke JB tersebut. Device baru tersebut yang digunakan untuk mengganti Positioner yang lama.

Fieldbus Replacement

2. Klik kanan pada Device yang akan diganti dan Klik Device Replacement

Fieldbus Replacement

3. Next saja ga usah dibaca :P

Fieldbus Replacement

4. Centang centang pada box sebelah kiri dan Klik Replace the Failed Device with the Uncommisioned Replacement Device

Fieldbus Replacement

5. Klik OK saja

Fieldbus Replacement

6. Klik Continue saja

Fieldbus Replacement

7. Sama, dah ga usah dibaca Continue saja

Fieldbus Replacement

8. Klik OK 

Fieldbus Replacement


Jika langkah di atas sudah selesai maka selesailah proses Replacement Device tersebut. Artinya 101-FV-203 (Device Baru) telah berhasil menggantikan 101FV203 (Device Lama)

Sumber :

Honeywell Control Builder

Jumat, 10 Juli 2015

Foundation Fieldbus Device Configuration Part 2

Konfigurasi Foundation Fieldbus Device (FF) pada Control Builder Honeywell



1. Proses Load

Fieldbus Configuration

Setelah Proses Matching selesai, dilanjutkan dengan proses Loading

Fieldbus Configuration

Tinggal Centang dan Klik OK

Fieldbus Configuration

Tunggu Telor nya matang, Proses Loading

Fieldbus Configuration

Device telah selesai di Load ditandai dengan menghilangnya 2 tanda panah di sebelah kiri simbol

2. Melakukan Load Block FF Device Control Module (CM) DCS

Foundation Fieldbus memiliki keunggulan untuk melakukan "Control in the Field" yakni dimana proses kalkulasi yang terjadi dilakukan di Device itu sendiri. Misal satu Close loop terdiri dari Flow transmitter (Block AI), Block PID dan Control Valve (Block AO) maka proses kalkulasi tersebut dilakukan di dalam Device Fieldbus itu sendiri.

Namun, pada contoh ini, proses kalkulasi PID dilakukan di DCS oleh karena itu Block AI (dari Transmitter tersebut) akan digabungkan dengan block PID dari DCS kemudian output dari block PID dijadikan input block AO (dari Control Valve).

Fieldbus Configuration


*Sedikit Catatan Mengenai Function Block di atas :


  • Block NUMERIC -- Block untuk memberikan nilai tertentu
  • Block DAC -- Merupakan block Data Akuisisi. Block ini yang digunakan untuk menampilkan informasi ke DCS secara langsung. Pengaturan seperti Range, Engineering Unit, Alarm, Alarm Priority dsb ada di dalam block ini.
  • Block PID -- Untuk melakukan pengaturan Control PID, nila Proportional, Integrator, Derivative, melakukan Tuning PID, Control Action (Direct/Reverse) dsb. 
Ada dua Block NUMERIC yang harus kita ganti dengan Block dari FIELDBUS DEVICE. :
  • Block NUMERIC 105_FT017G dengan Block AI dari Device Tag 105FT017G
  • Block NUMERIC 105_FV017G dengan Block AO dari Device Tag 105FV017G

1. Mengganti Block AI

Fieldbus Configuration


Fieldbus Configuration


2. Melakukan Pengaturan pada Block DACA

Fieldbus Configuration

Merubah Engineering Unit, Range, Dan PV Character

Fieldbus Configuration


3. Melakukan Pengaturan pada Block AI



Fieldbus Configuration

Pengaturan Pada Tab Range

Fieldbus Configuration

Pengaturan Pada Tab Tune

Fieldbus Configuration


4. Setelah Selesai melakukan pengaturan dan perubahan Block Jangan lupa Save

Fieldbus Configuration


5. Load Control Module yang telah di Edit

Fieldbus Configuration


Fieldbus Configuration


Taraaa!!, Selamat, anda telah selesai meLoad Fieldbus Device ke DCS anda
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------//



Sumber :

Knowledge Builder Honeywell
Tony R. Kuphaldt Page 1112

Minggu, 22 Maret 2015

Foundation Fieldbus Device Configuration Part 1

Konfigurasi Foundation Fieldbus Device (FF) pada Control Builder Honeywell


Tidak seperti Transmitter Analog dimana "konfigurasi" yang dilakukan adalah hanya pengaturan Zero dan Span, FF device membutuhkan perlakuan khusus saat device tersebut hendak di setup.

"Tulisan di Halaman ini hanya membahas mengenai cara konfigurasi atau proses Matching pada saat FF Device Pertama kali di connect ke Junction Box dan FIM (Fieldbus Interface Module)"  

1. Mengenal Interface Control Builder Honeywell

  • Project Window, merupakan jendela konfigurasi dimana Blok - blok fungsi (Function Block) dibuat sebelum di modul tersebut Load
  • Monitoring Window, merupakan jendela untuk memantau dan atau sedikit melakukan konfigurasi modul - modul yang telah di Load
  • Library Window, merupakan jendela Library yang berisi blok - blok fungsi
  • Control Builder Honeywell menggunakan bahasa Function Block (FB) sesuai dengan standar IEC 61131-3 sehingga cukup mudah dalam melakukan pemrograman. Library dan Knowledge Builder juga cukup memberikan keterangan mengenai Fungsi masing - masing FB tersebut. 
Interface Control Builder Honeywell
Proses Matching Device hanya dapat dilakukan saat FF Device telah terconnect dan Template device terebut telah dibuat. Dalam contoh ini kita hendak melakukan Match Transmitter dengan Tag 105FT017G. Transmitter ini merupakan Flow Transmitter yang berasal dari vendor Yokogawa dengan Model EJA-NEXT.

Dapat dilihat bahwa pada sebelah kiri Transmitter tersebut terdapat 2 tanda panah kebawah. Artinya, Blok/Device tersebut belum pernah di load ke dalam Modul.


2. Proses Match

Klik Kanan pada Blok/Device tersebut dan klik Device Match.



3. Proses Match

Proses match yang dimaksud adalah menyamakan template Pada Uncommisioned Device dengan Project Device.



4. Proses Match

Dapat dilihat bahwa Capability Level belum sama. Oleh karena itu kita harus menyamakan Capability Level tersebut.


5. Proses Match

Ini sih tinggal klik Continue saja :p


6. Proses Match Selesai

Tag, Address dan Device ID telah sama ini berarti proses Device Matching telah selesai


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------//

Selanjutnya akan dibahas proses Load dan sedikit konfigurasi Blok tersebut

Sumber :

Knowledge Builder Honeywell
Tony R. Kuphaldt Page 1112

Review Field Instrument - Dresser Masoneilan

Dresser Masoneilan Site :  http://site.ge-energy.com/corporate/shark/index.htm Youtube Channel : - Model : FVP110 Aplikasi : Positioner ...