Selasa, 04 Juni 2013

Cerita Kerja Praktek 4

Selasa, 31 januari 2012

wah, sudah lama g nulis2 ni.. ok, untuk hari senin dan selasa ini sangat seru untuk diikuti. setelah dari minggu2 kemaren ke lapangan. sekarang giliran kami menuju workshop. tepatnya di bengkel instrument. begitu masuk, kami langsung melihat control valve yg bertebaran. usut punya usut ternyata unit 2 sedang stop unit, istilah orang sana yg berarti memberhentikan unit untuk sementara. orang - orang yg bertanggung jawab disini adalah:
pak abdullah-listrik, pak margono &  pak sigit untuk bagian instrument.
pada hari pertama kami cuma dikenalkan instrument dan sensor yg ada di sana. di hari pertama ini kami cuma dikenalkan dan dijelaskan cara kerja masing - masing sensor. mulai dari sensor gas sampai bob sadino. wah2, ko sampai ngobrolin om bob ha3. rupanya mereka juga memiliki jiwa wirausaha yg sangat kuat. mereka selain bekerja di sini juga memiliki usaha - usaha sambilan. katanya biar kalo bwa mobil baru g dicurigai, ujar pak sigit sambil tertawa.
Nah, baru di hari kedua ini kami ke bengkelnya. di pandu oleh pak sururi kami mulai mencoba - coba mengkalibrasi transmitter dan sensor yg ada.
berbagai macam merek dan spesifikasi transmitter yg ada kami kalibrasi sperti yamateke dan fischer.
yg pertama kami kalibrasi adalah PT (pressure transmitter). dengan menggunakan kalibrator kami menghubungkan kabel + merah dengan - hitam untuk ground. pertama kita tentukan span (rentang maksimal) yaitu 20mA, kemudian bergantung kepada spesifikasi yg diminta oleh proses kita beri masukan pressure. dengan menggunakan angin bertekanan yg ada. terlebih dahulu kita balut dengan (wah lupa namanya) agar tidak ada fluida yg lolos. kemudian kita putar screw span (S) yg ada di transmitter setelah pas 20mA barulah kita coba tentukan zero nya (4mA). dengan memutus angin bertekanan kita atur screw zero (Z) yg ada di transmitter. kemudian kita cek kembali bila diberi tekanan. memang memerlukan beberapa kali pengkalibrasian. kita kemudian mengecek ke linear an dari transmitter ini, dengan mengecek pada kondisi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. jika masih linear berarti transmitter ini cukup baik kondisinya.
kedua, kami mengkalibrasi PI (pressure indicator) yg berprinsip tabung bourdon. mengkalibrasi ini cukup mudah karena kami tinggal memberikan tekanan dengan kalibrator berupa oli bertekanan. kita tinggal membandingkan saja PI di kalibrator dgn PI yg hendak kita kalibrasi. jika jarum penunjuk kurang tepat maka tinggal kita atur screw yg ada di belakang PI itu.
Transmitter analog yg memiliki keluaran berupa angin bertekanan 0,2 kg/cm^2 & 1 kg/cm^2 juga kami kalibrasi. kali ini karena keluaran berupa tekanan juga, maka kalibrator juga menggunakan jarum penunjuk analog. mengkalibrasi transmitter ini gampang2 susah karena sangat sensitif dan mur untuk menyetelnya susah diputar. seperti biasa kami menentukan span dahulu, kemudian baru zero nya.yang terakhir adalah mengkalibrasi flow transmitter. karena flow transmitter ini merupakan tipe smart. maka kami menggunakan alat bantu kalibrator dengan komunikator. wuih, touchscreen men. dengan mengikuti instruksi yg ada di manual dan masukan berupa flow yg dikehendaki. maka kami dapat mengkalibrasi transmitter ini dengan mudah.
wah, tanpa terasa sudah banyak sensor dan transmitter yg telah kami kalibrasi.memang dalam melakukan suatu pengukuran dibutuhkan sensor yg akurat dan presisi untuk pengontrolan proses yg sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Field Instrument - Dresser Masoneilan

Dresser Masoneilan Site :  http://site.ge-energy.com/corporate/shark/index.htm Youtube Channel : - Model : FVP110 Aplikasi : Positioner ...