Minggu, 24 April 2016

Minimum Straight Run untuk Orifice

Minimum straight run merupakan jarak minimum yang dibutuhkan oleh orifice plate untuk dapat bekerja dengan baik. Bekerja dengan baik disini adalah memberikan beda tekanan yang stabil sehingga pembacaan beda tekanan antara inlet & outlet dapat dibaca dengan baik oleh Flow Transmitter (D/P Type). Salah satu faktornya adalah dengan memastikan bahwa aliran yang dibaca adalah aliran yang fully developed yang mana pada aliran tersebut vektor kecepatannya tidak akan berubah terhadap koordinat.



Untuk memudahkan kita dalam menentukan lokasi pemasangan Orifice pada pipa terdapat beberapa standard yang dapat dipakai. Kita dapat mengacu kepada standard API MPMS 14.3 atau ISO 5167-2. Bisa juga dengan mengacu kepada standard manual vendor. seperti dibawah ini :

Contoh menentukan minimum straight run :

  • Yang pertama kita tentukan adalah Diameter ratio atau biasa disebut Beta ratio dari orifice plate tersebut. Beta ratio disini adalah nilai perbandingan antara diameter lubang orifice dengan diameter pipa tersebut. Misalkan kita sudah menghitung diameter orifice dan didapatkan angka 500 mm, orifice plate ini akan kita pasang di pipa dengan ukuran 6 inch atau 152,4 mm. Maka Beta ratio nya adalah 500mm/152,4mm atau sekitar ~ 0,32 
  • Yang kedua adalah kita perlu mengetahui sebelum orifice jalur pipa nya bagaimana. Misal terdapat elbow, terdapat tee dsb. dalam contoh kali ini misalkan terdapat dua elbow 90 derajat dengan jarak 3000 mm antara masing2 elbow (seperti ditunjukkan pada gambar). Jarak antar elbow ini kemudian kita sebut dengan Separation distance atau S. Langkah selanjutnya adalah membagi Jarak tersebut dengan diameter pipa yang ada, maka S/D = 3000 mm / 152.4 mm ~ 19.
  • Kita lihat kembali pada tabel diatas mana diantara perhitungan tadi yang masuk kedalam tabel. Dapat kita simpulkan bahwa dengan nilai beta ratio 0,32 ~ 0,4 dan S sebesar 19 maka didapatkan angka 10 sebagai minimum straight run dari orifice ini. Angka 10 ini merupakan faktor pengali dari diameter pipa. Dengan mengalikan faktor 10 dengan diameter pipa didapatkan nila UL (minimum Upstream straight run) sebesar 10 . 152,4 mm = 1524 mm.
  • Kemudian apa itu nilai DL? Derita loe.... hehehe... Bukan lah, DL disini maksudnya nilai Downstream Line. Dalam tabel diatas tidak disebutkan tetapi di standard API 14.3 disebutkan jarak minimum untuk Downstream line tersebut yang tentunya akan mempengaruhi performa Orifice plate.

Nah, kira2 seperti itu cara menghitung minimum straight run untuk aplikasi Orifice Plate. Pertanyaanya bagaimana jika pipa tersebut bundet and njlimet atau banyak belokan?, seperti halnya pada Plant yang Compact/ pada Aplikasi Platform di Offshore?. Jawabannya adalah dengan menggunakan flowmeter lain yang tidak membutuhkan minimum straight run seperti Orifice Plate tadi, antara lain :
- Positive Displacement Meter yang tidak membutuhkan straight run samasekali
- Corriolis Flowmeter
- Magnetic Flowmeter dengan straight run yang minimal

Lalu bagaimana jika anda tetep ngotot pake Orifice plate?, yaelah, ya memang kenyataannya Orifice Plate masih favorit karena maintenance dan instalasi nya yang lebih mudah dan simpel dibandingkan dengan jenis flowmeter lainnya. Ternyata sudah ada Conditioning Orifice Plate yang mampu meminimalisir straight run tadi menjadi hanya 2D (2 kali diameter pipa saja).

Untuk lebih jelasnya anda dapat menyimak video dibawah ini :



Sumber :

http://www2.emersonprocess.com/siteadmincenter/pm%20rosemount%20documents/00809-0100-4792.pdf
http://www2.emersonprocess.com/siteadmincenter/pm%20rosemount%20documents/00809-0100-4828.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Field Instrument - Dresser Masoneilan

Dresser Masoneilan Site :  http://site.ge-energy.com/corporate/shark/index.htm Youtube Channel : - Model : FVP110 Aplikasi : Positioner ...