Kamis, 14 Januari 2016

Dasar Pengukuran Vibrasi (1/4)

Pendahuluan

Mesin yang ideal adalah mesin yang tidak menghasilkan Vibrasi sama sekali. Namun, hal tersebut tidak mungkin karena dalam proses Fabrikasinya pasti ditemukan ketidakseimbangan (unbalance residu). Terlebih lagi, seiring dengan waktu, getaran mesin tersebut dapat mengakibatkan kondisi - kondisi abnormal seperti kendornya baut - baut, bagian mesin menjadi aus, Shaft menjadi misaligned, Rotor menjadi Unbalance, dll yang berujung pada kerusakan mesin tersebut.

Oleh karena itu, pengukuran getaran menjadi sangat penting. Dengan data getaran, kita dapat menganalisa kondisi suatu mesin dan menentukan titik - titik kerusakan pada mesin tersebut. Data getaran tersebut diakusisi oleh sistem yang biasa disebut dengan Machine Monitoring System. Sistem berbasis Microprossor tersebut selain untuk melakukan akusisi data Vibrasi juga terdapat fasilitas untuk memberikan signal Trip melalui Module Relay sistem tersebut jika Vibrasi terdeteksi melebihi ambang batas (Threshold). Signal trip tersebut kemudian dihubungkan dengan Controller dari Mesin tersebut sebagai inputan Shutdown System sehingga Mesin akan Trip.

Analisa Vibrasi ini merupakan Scope dari orang Rotating. Scope dari orang Instrument adalah memastikan seluruh Sensor, Konfigurasi dan Sistem bekerja dengan baik.

Apa itu Vibrasi?

Vibrasi adalah gerakan bolak - balik dalam interval waktu tertentu.

Menurut Vibration Institute :

"Vibration is a continuous, random   or periodic motion of an object or  transient “impact” event of short time duration. Caused by either a man-made, natural excitation  of a structure, and mechanical faults"

Karaketristik dari Vibrasi dipengaruhi oleh Amplitudo, Frekuensi dan Fase
Dasar pengukuran vibrasi
Dari Grafik diatas kita ketahui sebagai berikut :
- Amplitudo merupakan simpangan terjauh dari suatu getaran dari titik kesetimbangannya. dibutuhkan untuk mengukur kecepatan dan percepatan (US)
Perpindahan atau 2.A (peak to peak) ditunjukkan grafik dari B ke D. digunakan untuk mengukur perpindahan total dari Shaft dengan Clearance Bearing
Kecepatan menyatakan seberapa cepat objek berpindah posisi. Maximum ada pada titik A, C &
Percepatan menyatakan seberapa cepat perubahan kecepatan pada suatu waktu Maximum ada pada titik B & D.
- RMS = 0,707.A untuk mengukur besarnya energi mengukur kecepatan dan perepatan (eropa)

Frekuensi merupakan banyaknya gerakan bolak - balik (satu siklus) pada satu satuan waktu. Frekuensi tersebut dinyatakan dalam :
- CPM = Cycles per minute
- Hz = Cycles per second
- Order = Once per revolution

Contoh kasus Vibrasi


Dasar pengukuran vibrasi
Contoh Vibrasi pada Shaft

Dasar pengukuran vibrasi
Kita berikan titik netral pada Reference Position dan perpindahan max pada Limit of movement

Dasar pengukuran vibrasi
Pada titik Reference Position kita nyatakan bahwa Perpindahan = 0
Pada Limit of movement kita nyatakan bahwa Perpindahan = maximum

Dasar pengukuran vibrasi
Pada titik Reference Position kecepatan = maximum
Pada titik Limit of Movement juga kecepatan = 0

Dasar pengukuran vibrasi
Pada titik Reference Position percepatan = 0
Pada titik Limit of Movement juga percepatan = maksimum

Dasar pengukuran vibrasi

Dengan melakukan pencuplikan posisi dari benda bergetar tadi kita mendapatkan kurva perpindahan (displacement waveform) dari kurva inilah kita mendapatkan Amplitudo, frekuensi dan fase dari getaran tersebut.

Besaran yang digunakan

- Perpindahan
> SI > Micron = 1/1000 mm
> British > Mil = 1/1000 inch

- Kecepatan
> SI > mm/s
> British > inch/s

- Percepatan
> SI > m/s^2
> British > G = 9,81 m/s2

- Frekuensi
> Hz atau rpm

- Fase
> Sudut, 1 cycle = 360 derajat

Konversi

- Perpindahan
> 1 mil = 25,4 micron

- Kecepatan
> 1 inch/s = 25,4 mm/s

- Percepatan
> Lebih sering digunakan dalam g karena berhubungan langsung dengan gaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Field Instrument - Dresser Masoneilan

Dresser Masoneilan Site :  http://site.ge-energy.com/corporate/shark/index.htm Youtube Channel : - Model : FVP110 Aplikasi : Positioner ...